Senin, 31 Oktober 2016

Wiro Sableng #39 : Kelelawar Hantu

Wiro Sableng #39 : Kelelawar Hantu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

PANTAI UTARA tampak tenang di penghujung sore. Di sebuah teluk yang lengang sekelompok burung-burung kelelawar terbang kian ke mari. Sebentar mereka terbang ke arah selatan, sesekali melayang ke timur atau ke barat dalam bentuk kelompok yang selalu berubah-ubah dan setiap perubahan mempunyai daya tarik tersendiri.

Angin laut bertiup menebar udara lembab mengandung garam. Seorang tua berwajah angker tampak duduk di atas sebuah batu hitam berlumut di tepi pantai. Rambutnya yang putih panjang sebahu melambai-lambai diitup angin. Kedua matanya terpejam sedang sepasang tangan dirangkap di depan dada. Setiap saat ombak memecah di pantai dan menghantam batu berlumut itu, air laut muncrat membasahi tubuh dan pakaian bahkan terkadang sampai kemukaorang tua bertampang angker ini. Namun seperti tidak merasakan atau tidak perduli dia tetap saja duduk tidak bergerak. Sepasang matanya yang terpejam juga tidak berkedip sedikit pun dan rahangnya yang tertutup cabang bawuk liar terkatup rapat.

Di udara burung-burung kelelawar masih terus terbang berputar-putar. Di atas batu hitam berlumut, orang tua yang duduk seolaholah tengah bersemadi
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #39 : Kelelawar Hantu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 30 Oktober 2016

Aktivasi Diri Sesuai Talenta

Aktivasi Diri Sesuai Talenta Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kesalahan terbesar yang dapat dilakukan seseorang adalah tidak berusaha mencapai kesuksesan dengan cara mengerjakan apa yang betul-betul ia senangi. ~ Malcom Forbes

***

Apa kabar sahabat pembaca www.pembelajar.com? Semoga Anda tetap bersemangat menapaki tangga demi tangga kehidupan Anda. Semoga uraian berikut ini bermanfaat bagi sahabat semua.

Orang yang bekerja atau mengaktualisasikan dirinya dengan talentanya tidak akan merasa ia sedang bekerja sambil sesekali memperhatikan jarum jam, tapi ia akan mengalir dan merasakan kedamaian dalam pekerjaannya. Ia akan merasakan pekerjaannya sebagai hobi atau kesukaannya sehingga tidak terasa ada beban dan tekanan ketika ia sedang melakukannya. Bahkan ia bisa menikmati pekerjaannya. Kabar buruknya adalah sangat jarang orang yang mendapatkan dan merasakan hal ini. Kebanyakan mereka bekerja demi uang, melakukannya karena himpitan ekonomi, atau karena tidak ada pilihan lain. Walaupun sebenarnya mereka merasa bosan dan benci dengan apa yang mereka ker
... baca selengkapnya di Aktivasi Diri Sesuai Talenta Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 28 Oktober 2016

Filosofi Modal Nol

Filosofi Modal Nol Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saat ini, masih banyak sekali orang yang ingin menjadi pengusaha, selalu mengeluhkan tentang kesulitan memperoleh modal. Sebab, kebanyakan memang orang-orang masih beranggapan bahwa modal harus selalu dalam bentuk uang. Modal harus berupa hal yang bisa digunakan untuk membeli sesuatu yang kita perlukan untuk memulai usaha. Modal harus bisa diputar untuk mengembangkan usaha. Modal harus ini, modal harus itu.

Hasilnya? Karena merasa modal (baca: uang) belum cukup, kadang seseorang tak berani membuka usaha. Padahal, berbagai buku, tulisan, laporan, berita, hingga berbagai cerita dalam berbagai forum diskusi, seminar, dan workshop, telah menyebut bahwa modal tak harus dalam bentuk uang. Banyak kisah sukses pengusaha yang memulai dari nol.

Memang, hal ini seperti sesuatu yang aneh dan nyaris tak masuk akal bagi sebagian orang. Bagaimana bisa memulai usaha dengan tanpa uang sama sekali? Nol itu jelas-jelas bukan suatu angka yang bisa digunakan untuk membeli apapun. Nol itu adalah angka yang kosong melompong, bagaimana mungkin kita bisa memulai usaha tanpa memiliki sesuatu apapun?

Betul. Jika itu pola pikir yang dianut adalah pola pikir yang biasa-biasa saja. Tapi, bagi sebagian besar pengusaha sukses yang mengatakan dirinya memulai usaha dari nol itu, sebenarnya angka nol itu ada filosofi besar di baliknya yang membuatnya bisa menjadi pengusaha sukses. Apa itu?

Perh
... baca selengkapnya di Filosofi Modal Nol Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 25 Oktober 2016

Senyuman di Langit Awangga

Senyuman di Langit Awangga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Awan mendung menggelayut langit Awangga. Angin dingin berhembus menerkam kebahagian. Semua berganti muram. Awangga telah lelah dipermainkan oleh alam. Dan saat ini negara itu telah jatuh dalam kemurungan. Kesedihan melanda seluruh istana.

Tangisan lirih menggema dari sudut ruangan besar di kaputren. Sebuah ranjang tergeletak dengan sesosok tubuh diatasnya. Terdengar suara isak tangis tertahan. Hari ini apa yang telah dikuatirkan oleh Dewi Surtikanti benar-benar terjadi.

Sejak semalaman kegelisahan dan kebimbangan hatinya terus hinggap, meskipun kata-kata penenang terucap dari Prabu Karna. Semalam adalah malam tersingkat dalam hidupnya. Ia merasa tidak ada lagi yang mampu menopang hidupnya kali ini. Semua telah pergi.

Orang yang dicintainya telah tiada untuk selamanya. Masih terngiang jelas di benaknya. Sentuhan lembut suami tercinta. Masih terasa di tangannya genggaman cinta yang diberikan oleh Prabu Karna. Masih terdengar suara menenangkan suaminya, ketika meminta ijin untuk pamit pergi kesokan hari. Masih tergambar roman muka penuh cin
... baca selengkapnya di Senyuman di Langit Awangga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wiro Sableng #82 : Dewi Ular

Wiro Sableng #82 : Dewi Ular Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : DENDAM MANUSIA PAKU

Bagian 1

PEREMPUAN berambut merah acak-acakan bertubuh gemuk yang duduk terkantuk-kantuk di depan goa batu perlahan-lahan buka kedua matanya.
Bagaimanapun dia membesarkan, tetap saja kedua mata itu sipit hampir merupakan dua garis melintang di wajahnya yang gembrot. Pakaian yang melekat di tubuhnya jelas aneh karena terbuat dari susunan daun lontar berbentuk jubah. Dia sibakkan rambut yang menutupi telinga kirinya.
Ternyata telinga ini diganduli sebuah anting besar. Sesaat tampak daun telinga itu bergerak-gerak dan anting yang mencantel di situ ikut bergoyang-goyang.

Kalau tadi si gemuk ini hanya duduk menjelepok di dekat pintu goa, kini dia bangkit mencangkung. Tangan kiri dimelintangkan di atas kening. Sepasang matanya yang sipit memandang tajam ke depan. "Ujudnya belum kelihatan tapi suaranya sudah masuk ke telingaku. Untung aku belum tuli. Hik...hik...hik! Suara apa itu?!" perempuan gemuk itu menduga-duga.

Dia menghirup udara di jurang dalam-dalam. "Hemmm.... bau itu...! Aku kenal betul bau itu! Rupanya si keparat itu sudah berhasil! Dia hendak menggasakku dengan binatang-binatang pelihara
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #82 : Dewi Ular Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 22 Oktober 2016

Dibutuhkan Segera! Peta Sukses

Dibutuhkan Segera! Peta Sukses Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Agus Prasetyo

Semua orang ingin sukses, sayangnya tiap orang mempunyai pengertian yang berbeda tentang sukses.

Saat menonton DVD yang berjudul Titi Tata, salah satu bagian menjelaskan bahwa sukses yang tampak dari luar akan mudah pudar. Akhirnya saya sadar bahwa pengertian sukses bersifat pribadi artinya bisa saja seseorang menganggap dirinya belum sukses padahal orang lain menganggap dia sudah sukses.

Namun demikian apapun definisi kita tentang sukses, dibutuhkan pedoman/peta agar dapat sukses. Cara yang umum ditempuh adalah menentukan tujuan hidup kita.

Dalam buku 7 Kebiasaan Hidup Yang Efektif, Stephen Covey mengilustrasikan tujuan hidup ini dengan pertanyaan kita mau dikenang sebagai apa saat kita meninggal.

Dalam tradisi Timur analogi yang mirip dengan hal itu adalah cerita tentang 4 orang istri seperti yang ditulis Bpk Handaka dalam buku Illuminata. Cerita singkatnya sebagai berikut: Pada jaman dahulu hidup pedagang yang sangat kaya dan memiliki 4 orang istri. Pedagang tersebut sangat mencintai istri ke-4 dan membanjirinya dengan berbagai fasilitas hidup yang mewah. Pedagang itu juga mencintai istri ke-3 yang cantik namun
... baca selengkapnya di Dibutuhkan Segera! Peta Sukses Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 13 Oktober 2016

Wiro Sableng #138 : Pernikahan Dengan Mayat

Wiro Sableng #138 : Pernikahan Dengan Mayat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : 113 LORONG KEMATIAN

DALAM episode sebelumnya, "Bendera Darah" dan "Aksara Batu Bernyawa", diceritakan bagaimana Sinto Gendeng muncul di malam buta ketika Wiro Sableng secara tidak terduga dibokong oleh salah seorang anggota komplotan manusia pocong. Sebuah bendera darah menancap di dada Wiro. Di tempat itu hadir Wulan Srindi murid Perguruan Silat Lawu Putih yang mengaku sebagai murid Dewa Tuak dan tengah mencari Pendekar 212 sehubungan dengan ikatan jodoh di antara mereka. Selain Wulan Srindi, di situ juga ada Jatilandak dan Loh Gatra yang istrinya diculik komplotan manusia pocong. Sementara itu, tanpa diketahui orang-orang tersebut, Bidadari Angin Timur dan Setan Ngompol bersembunyi dalam gelapnya malam, di balik kerimbunan semak belukar lebat. Diam-diam kedua orang ini mengikuti semua apa yang terjadi di tempat itu.

Walau Sinto Gendeng tertawa cekikikan sehabis mengerjai muridnya dengan berpura-pura hendak mencekoki Wiro dengan air k
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #138 : Pernikahan Dengan Mayat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 01 Oktober 2016

Dimanakah Anda Bergaul?

Dimanakah Anda Bergaul? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selama kekuatan hati Anda belum “jernih”, maka kemana pun Anda bergaul, Anda cenderung akan mudah dipengaruhi. Syahril Syam

Mashab behaviorisme, di tahun 70-an, merupakan mashab yang paling mendominasi pemikiran orang-orang di negeri Paman Sam. Mashab ini mendasari pemikirannya bahwa setiap orang belajar karena faktor stimulus dari lingkungannya. Walau mashab ini tidak mampu menjelaskan motivasi internal pada manusia, namun apa yang digagas oleh behaviorisme memberikan andil yang besar bagaimana manusia itu belajar.

Saya ingin mengajak Anda untuk melihat dan merasakan bagaimana Prof. Philip Zimbardo melakukan sebuah eksperimen yang kontroversial. Prof. Zimbardo bersama-sama dengan rekannya ingin mengetahui apakah perilaku para tahanan dan penjaganya disebabkan oleh situasi penjara atau karena karakter mereka sendiri. Akhirnya, diseleksilah sekitar 75 orang mahasiswa yang diperiksa secara klinis, dan 21 orang dipilih karena kepribadiannya dianggap dewasa dan sehat.

Agar para mahasiswa tersebut mau mengikuti eksperimen tersebut, mereka akan dibay
... baca selengkapnya di Dimanakah Anda Bergaul? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 26 September 2016

MENGGAPAI KARIR SECARA AMANAH TERCIPTA SOSOK PROFESIONAL 1.


Melalui media sosial ini, kami sampaikan informasi tentang kisah nyata dari orang tertindas, dengan ini menyerukan secara terbuka kepada YTH penyelenggara negara, para penegak hukum, karena ini adalah tugas negara wajib dijawab dengan tindakan nyata, untuk secara konsekuen dan konsisten menegakkan hukum demi melindungi warganya, agar terbebas dari segala bentuk penjajahan dimuka bumi. Dengan berpegang teguh kepada supremasi hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran.
Oleh karena kami melihatnya. Kami membacanya. Kami mendengarnya. Bahkan kami merasakannya sendiri dalam sisi kehidupan kami ini merupakan fakta sejarah, sudah 71 th merdeka namun masih dibelenggu penjajah bangsa sendiri.

Dasar Neghara Republik Indonesia;
PANCASILA dan UUD’45
Preambule alinea pertama:
BAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU HAK SEGALA BANGSA, DAN OLEH SEBAB ITU MAKA PENJAJAHAN DIATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN, KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PERIKEMANUSIAAN DAN PERIKEADILAN.

Alinea menegaskan bahwa, setiap orang berbangsa dilindungi oleh Undang-Undang, hak-hak kemerdekaannya, tidak boleh ada penjajahan diatas dunia, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan
Bunyi Pasal HAK ASASI MANUSIA
pada UUD’1945 antara lain:
BAB XA
Pasal 28A.
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak menpertahankan hidup dan kehidupannya.

Pasal 28D.
(1)    Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
(2)    Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
(3)    Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
(4)    Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

Pasal 28F.
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Pasal 28H.
(1)    Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
(2)    Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.
(3)    Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
(4)    Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapum.

Pasal 28I.
(1)    Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
(2)    Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.
(3)    Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.
(4)    Perlindungan, pemajuan, penegakan , dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara, terutama pemerintah.
(5)    Untuk penegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

Pasal 28J.
(1)    Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
(2)    Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum, dalam suatu masyarakat demokratis.

SK. Direksi No.225.K/010/DIR/2000 tentang PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI.
BAB.II Pasal2 huruf a,1:

SETIAP PEGAWAI WAJIB SETIA DAN TAAT SEPENUHNYA KEPADA PANCASILA, UUD’1945 NEGARA, PEMERINTAH DAN PERSEROAN.

Konsekuensi membentuk Karakter Bangsa dengan Budipekerti yg baik.
Wajib setia dan taat sepenuhnya kepada PANCASILA, UUD’45 dengan HAM nya.
Menegakan Peraturan Perundangan yang berlaku dan menghindari Larangannya.
Antara Lain:
A.      PANCASILA
butir-butir sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
1.       Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan perasamaan kewajiban antara sesama manusia.
2.       Saling mencintai sesama manusia.
3.       Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4.       Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5.       Menjunjung tinggi nilai2 kemanusiaan.
6.       Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7.       Berani membela kebenaran dan keadilan.
8.       Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

B.      PERATUAN DISIPLIN PEGAWAI:
 BAB II.Pasal 2. huruf e
Setiap pagawai wajib
Memberikan bimbingan yang baik kepada bawahan antara lain.:
1.       Mendorong bawahan untuk meningkatkan prestasi kerja, inovasi, kreatifitas dan produktifitas.
2.       Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier.
3.       Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas, termasuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Disiplin Pegawai.
4.       Menjadi dan memberi contoh serta teladan yang baik terhadap bawahan.
5.       Bertindak dan bersikap tegas dan konsisten, tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahan.
6.       Mengambil langkah-langkah dan keputusan yang diperlukan akibat adanya pelanggaran Disiplin yang dilakukan anak buahnya. 
     


C.      BUDAYA PERUSAHAAN.
BAB IV. 4,1
c. Prinsip Pengelolaan Potensi Insani.
PLN menempatkan potensi insani sebagai tumpuan keberhasilan perusahaan, untuk itu anggota perusahaan perlu diberdayakan secara maksimal dg menghargai nilai2 kemanusiaan. Sehingga tumbuh komitmen dan rasa bangga kepada perusahaan, prinsip tersebut diwujudkan melalui tindakan.
5. memberi kesempatan kepada anggota perusahaan yg melakukan kesalahan untuk memperbaiki diri.
BAB VI. 6.2 KARYAWAN
c. memberikan penghargaan berdasarkan kinerja dan kompetensi pegawai secara korporasi tim kerja dan individu.
d. menghargai martabat manusia tanpa memandang sara dan gender
e. mendukung penciptaan hubungan atasan bawahan dan rekan sekerja yg kondusif, produktif dan inovatif
j. perusahaan menghormati prinsip umum kemanusiaan hak dan kewajiban berdasarkan peraturan yg berlaku.
k. perusahaan menyediakan kesempatan yg sama kepada semua pegawai tanpa mengindahkan senioritas, perbedaan jenis kelamin, perbedaan etnis, agama dan status.
n. perusahaan mendukung transparansi dalam komunikasi yg terbuka.

D.      PEDOMAN PERILAKU.
Kebiasaan Baik dan Tata Pergaulan Profesional.
Dilingkungan PT.PLN (Persero).
“Dengan Semangat KeKitaan Mari Kita Bangun PLN Yang Satu”
Visi; Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh-kembang, Unggul dan Terpercaya Dengan Bertumpu pada Potensi Insani.

Misi; Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang usaha lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
Menjadikan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
Nilai-Nilai: Saling Percaya, Integritas, Peduli, Pembelajar.

Motto; Listrik untuk kehidupan yang lebih baik.

Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, Pemerintah dan Perseroan, serta beberapa hal pedoman yang telah diuraikan yaitu;  A PANCASILA, B PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI, C BUDAYA PERUSAHAAN, D PEDOMAN PERILAKU , adalah amanah yang telah menjadi kesepakatan harus dijalankan sesuai tatanan kehidupan dengan prinsip negara hukum yang demokratis.
Pasal 28I. Ayat (5) Untuk penegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

BAWAHAN
Adalah bagian dari anggota perusahaan, Orang lemah, mudah dijajah, gampang dinjak-injak layaknya rumput lapangan bola yang tumbuh sebatas mata kaki.
Mudah diperlakukan sewenang-wenang tanpa ada perlawanan berarti, terbukti awal masuk kerja ada perlakuan sewenang-wenang tidak adil, dari th 1992 mengadukan permasalahannya, namun dianggap sepi, dalam hal ini wajib adanya perlindungan dari Negara, mengacu Hak asasi manusia Pasal 28I ayat
(4)    Perlindungan, pemajuan, penegakan , dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara, terutama pemerintah.
(5)    Untuk penegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

Peranan Serikat Pekerja di BUMN ini, sesuai KKB Bagian Kedua
tentang Hak-hak Perseroan dan 

SP-PLN Pasal 5. ayat (2) SP-PLN berhak: a mewakili, membela dan melindungi anggotanya, terbukti hanya wacana karena bersikap masabodoh, seharusnya menindak lanjuti pengaduan anggotanya, namun
anggota yang mengadukan permasalahannya hanya disambut dengan lambaian tangan saja, kenapa SP berbuat demikian, tidak melakukan sebagaimana mestinya, tanpa alasan yang jelas, hingga kini tidak ditindak lanjuti.

Ini kisah nyata, jangan melupakan sejarah ada pada biodata pegawai, bisa dilihat riwayat kepangkatannya, riwayat kenaikan berkala dengan nilai a (Dibawah Standar) kenaikan reguler dalam waktu 7tahun dan 6tahun, tampak jelas bisa disimpulkan jenjang karirnya tidak wajar, komplit dari mulai masuk kerja hingga pensiun.
Lalu bandingkan dengan biodata pegawai dari saat mulai bekerja hingga pensiun yang dinilai standar dan diatas standar, akan tampak ketidak adilannya.

Bawahan itu  pada umumnya penurut, tidak hitung-hitungan untung-rugi jika mampu biarpun berisiko tinggi diperintah apa saja mau, kerap menjadi korban dalam pelaksanaan pekerjaan, akibat human error, beberapa kali peristiwa dimasa lalu korban tewas dan cacat fisik adalah bawahan, walau pelaksanaannya berpegang pada Standard Operating Prosedure (SOP), semua pertanggungjawaban untuk antisipasi terjadinya human error adalah Atasan, yang mengawasi pelaksanaan pekerjaan dengan berpegang sesuai langkah-langkah SOP.
Adakah riwayat Atasan tewas dengan sabuk pengaman yang mengikat pada isolator menggelantung diatas tower saat pelaksanaan pekerjaan, fakta dilapangan Bawahanlah korbannya.
Dalam pelaksanaan pekerjaan merupakan mitra kerja, yang senantiasa menjaga agar energi listrik terpelihara dan tetap tersalur dengan baik, supaya KWH siang malam terus berputar, energinya stabil menerangi jagad ini, sehingga untuk perusahaan pendapatannya bisa naik, maka sungguh sangat keliru jika menganiaya bawahan tanpa sebab yang jelas, dengan menilai dibawah standar tanpa ampun sampai pensiun, tanpa memberikan arahan, apalagi Bawahan itu bukan pelaku KKN yang merupakan kejahatan luar biasa, seharusnya yang tidak amanah  dan menggerogoti perusahaanlah yang wajib dinilai dibawah standar.
Perlu digaris bawahi Perkataan Pak Kuntoro Mangku Subroto saat menjadi orang nomor satu di PLN:....Anda harus paling berterima kasih kepada anak buah Anda, karena dialah yang bisa membuat kita bisa lebih baik....Jangan bodohi anak buah anda.! Jangan ada sikap masabodoh di Perusahaan ini...  

KESEPAKATAN KERJA BERSAMA

Pada KKB Bagian Keempat, tentang Penilaian Unjuk Kerja Pegawai Pasal 28
ayat (3) Kriteria penilaian unjuk kerja pegawai terdiri atas unsur sasaran individu dan kontribusi individu, yang diberi derajat penilaian sesuai masing-masing unsur yaitu:
a.       Dibawah Ekspektasi (DE) untuk penilaian unjuk kerja dibawah standar.
b.      Sesuai Ekspektasi (SE) untuk penilaian unjuk kerja memenuhi standar.
c.       Melampaui Ekspektasi (ME) untuk penilaian unjuk kerja yang melampaui standar.
Kesimpulan nilai unjuk kerja masing-masing unsur sebagaimana dimaksud ayat (2) dilakukan pada tahun berjalan digunakan untuk penilaian pelaksanaan pekerjaan pada tahun yang bersangkutan yang diberikan nilai skala sebagai berikut:
a.       Penilaian dengan predikat Tidak Memenuhi Ekspektasi (TME) memperoleh nilai skala “a”.
b.      Penilaian dengan predikat Sesuai Dengan Ekspektasi (SDE) memperoleh nilai skala “b”.
c.       Penilaian dengan predikat Konsisten Sesuai Ekspektasi (KSE) memperoleh nilai skala “c”.
d.      Penilaian dengan predikat Melampaui Seluruh Ekspektasi (MSE) memperoleh nilai skala “c’”. 
Perolehan nilai skala “a” adalah penilaian dengan predikat Tidak Memenuhi Ekspektasi atau disebut dengan derajat Dibawah Ekspektasi (DE) yaitu penilaian unjuk kerja dibawah standar.
Dengan demikian cukup jelas nilai skala “a” adalah penilaian dibawah standar.
#nilai “a” = nilai dibawah standar.

NILAI DIBAWAH STANDAR.
#.  Suatu barang yang nilainya dibawah standar dapat dikatakan sebagai barang tidak bermutu, barang tidak bernilai, barang yang tidak ada jaminan mutunya.
#. Pemasangan instalasi listrik diperumahan ketentuan utama kawatnya harus sesuai standar, jika dibawah standar, maka instalasi tersebut harus dibongkar harus diganti kawat yang sesuai standar dan jika tidak diganti, tidak akan diberi ijin pemasangan kwh meternya.
#. Pemakai Helm dibawah standar pada saat razia Helem, jika tidak berlisensi SNI (Standar Nasional Indonesia) maka pemakainya dianggap melanggar, lalu dikenai tilang, biasanya dengan sanksi denda.

Lalu bagaimana bagi pegawai yang dinilai dibawah standar, jika dikaitkan dengan nilai barang maka sama halnya pegawai tersebut tidak bermutu. Pegawai yang tidak bermutu itu yang seperti apa? Jelas Pegawai yang tidak bermutu itu adalah yang tidak taat asas, culas cenderung menggerogoti perusahaan.
Adalah perbuatan se-wenang2 Atasan terhadap Bawahan dengan tidak mentaati peraturan, menilai dibawah standar setiap tahun kenaikan berkala, tanpa alasan yang jelas, dianggapnya sebagai pegawai yang tidak bermutu.
Disisi lain pegawai yang patut diduga korupsi (melakukan kejahatan luarbiasa), tidak jujur, cenderung menggergoti perusahaan nilainya SE, (Sesuai Ekspektasi). Atasan yang demikian ini wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada pemerintah/negara, yang menurut teori trias polica;
NEGARA MEMPUNYAI FUNGSI MENCAKUP TIGA TUGAS POKOK:
1)      Fungsi legislative, yaitu membuat undang-undang.
2)      Fungsi eksekutif, yaitu melaksanakan undang-undang.
3)      Fungsi yudikatif, yaitu mengawasi agar semua peraturan ditaati, lalu mengadili yang tidak mentaati peraturan (Setiap fungsi ini terpisah satu sama lainnya).

Karena negara wajib melindungi warganya sesuai.  Pasal 28I
(4)    Perlindungan, pemajuan, penegakan , dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara, terutama pemerintah.
(5)    Untuk penegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

KEBERSAMAAN
Atasan Bawahan merupakan komponen saling melengkapi, satu kesatuan utuh yang masing-masing mempunyai peran untuk mengelola perusahaan supaya bonafide.
Mungkinkah dalam pengelolaan perusahaan tanpa kebersamaan, tanpa saling bahu-membahu, tanpa berat sama dipikul, dan ringan sama dijinjing, akan tercapai tujuannya.
Tanpa hal tersebut yang akan terjadi adalah tirani, mau menang sendiri, merasa lebih hebat daripada peraturan menjadikan berbuat semena-mena terhadap bawahan,
Ibarat komponen sepeda motor, posisi Bawahan sebagai yang berada dibawah adalah roda, Atasan adalah komponen penggeraknya apabila hubungannya tidak harmoni dengan Bawahan, maka yang terjadi ketimpangan tidak akan bisa berjalan dengan baik, begitu pula jika kondisi roda ban tanpa angin, motor tidak berjalan sampai tujuan?
Demikianlah jika digambarkan sebagai komponen sepeda motor maka seharusnya Atasanlah sebagai motor pengeraknya yang mengawali melangkah menggerakan Bawahan dengan mencerminkan suri teladan yang baik, demi membangkitkan semangat dalam bekerja supaya berhasil baik tanpa adanya kecelakaan kerja dan bisa dicapai targetnya.


Di eks Sektor Ketenger, fakta menunjukan diperlakukan sewenang-wenang dijadikan korban selama bekerja dinilai dibawah standar yang berakibat selama 30th bekerja tidak pernah naik peringkatnya.
Dengan nasibnya itu senantiasa bersabar sambil berdo’a kepada Tuhan YME memohon yang berkompeten mentaati hukum secara konsekuen dan konsisten yang berintikan keadilan dan kebenaran, mencermati laporan yang sebenarnya terjadi, evaluasi sesuai perintah undang-undang, putuskan secara adil, bila Atasan terbukti bersalah berikan sanksi.
Penilain karir itu tidak bisa semena-mena karena sudah ada aturannya, susah payah dengan cucuran keringat bekerja berisiko kematian, hanya ingin menggapai nilai standar bahkan lebih jauh lagi diatas standar, namun fakta dilapangan hanya dicemooh, diinjak, direndahkan, dengan nilai dibawah standar tanpa alasan yang jelas, dianggapnya tidak mampu bekerja oleh Atasan arogan, yang meng klaim bahwa dirinyalah yang lebih berhak hidup berkembang, padahal bekerja diruang-lingkup listrik bertegangan tinggi, supaya tidak salah langkah dengan SOP (Standar Operating Prosedur), jika salah prosedur bisa terjadi peralatan rusak, petugas cacat fisik, bahkan meninggal dunia, hal ini tanggungjawab Atasan yang selalu berpegang SOP, seperti kesalahan prosedur yang terjadi dimasa lalu, namun Atasan selalu mulus karirnya.
Falsafah hidup bergotong-royong, bekerjasama saling mendukung, tidak bisa dipungkiri, sejak jaman Adam hidup kita ini senantiasa membutuhkan jasa tenaga dan pikiran orang lain, kita tidak bisa bekerja sendiri hanya untuk kepentingan diri sendiri untuk meningkatkan karir sendiri, masih ada orang lain yang berhak hidup, yaitu Bawahan pun berhak dihargai jerih payahnya, berhak pula untuk ditingkatkan karirnya.
Pasal 28D ayat (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
  
Setiap orang senantiasa membutuhkan jasa, tenaga dan pikiran orang lain, memiliki Sepeda Motor pada umumnya bukan buatan sendiri? Melainkan produk orang lain atau bangsa lain, atas hasil pemikiran orang lainlah Sepeda Motor diciptakan, dan berjasa dimanfaatkan untuk transpotasi, walaupun dibelinya dari uang sendiri, akan tetapi untuk mendapatkan uang sendiripun juga ditopang dari orang lain, dengan suatu usaha sebagai tenaga kerja tentu orang lain yang membayarnya, jika berjualan tentu orang lain yang membeli barang dagangannya.
Makan sehari-haripun, untuk memasaknya melibatkan orang lain.
Padi menjadi beraspun orang lain pula yang mengolahnya, pendek kata kita tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain, setiap orang mempunyai peran masing-masing untuk saling mendukung dalam kehidupan ini.
Begitu pula Atasan dan Bawahan layaknya satu organ tubuh yang tidak terpisah, apabila Bawahan sakit tentu Atasan seharusnya ikut merasakan sakitnya.  

Pasal 28A.
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak menpertahankan hidup dan kehidupannya.

Pasal 28D.
(1)    Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
(2)    Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
(3)    Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
(4)    Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

Mengelola perusahaan tanpa berbagi dengan Bawahan dapat dipastikan mustahil bisa tujuan akan terwujud. Contoh, saat membangun tower darurat lokasi didesa Cimohong dalam pelaksanaan pekerjaan memindah penghantar ke tower darurat, tujuannya untuk mengatasi longsor yang terjadi pada tower permanen.
Petugasnya adalah pegawai golongan rendah karena saling bahu-membahu,  mampu mewujudkan berdirinya tower darurat setinggi kurang lebih 25m, yang siap dibebani penghantar pindahan dari tower permanen. Mampukah dilakukan Atasan seorang diri, tanpa bekerjasama melibatkan Bawahan nonsen bisa terwujud.

KEMANUSIAAN.
Manusia itu bukan alat yang merupakan benda mati, yang tidak pernah merasakan kelelahan maupun kesakitan, tetapi mahluk hidup yang memiliki perasaan, bila dilukai akan merasakan sakit,
Apabila digambarkan sebagai anggota tubuh manusia, meliputi Kepala, tangan dan kaki masing-masing mempunyai fungsi.
Kepala sebagai atasan fungsinya untuk memikir langkahnya kedepan.
Tangan dan Kakinya sebagai Bawahan yang berfungsi untuk melaksanakan pekerjaan atas perintah kepala.
Anggota tubuh antara kepala, kaki dan tangan mempunyai syaraf yang saling berhubungan, jika kakinya luka berdarah akibat terpeleset, otomatis bagian yang terluka akan terasa sakit pula dan mulutnya yang ada dibagian kepala akan mengatakan sakit, jika dirasakannya sakit sekali, matanya yang ada dibagian kepala akan menangis meneteskan airmatanya.
Begitulah seharusnya Pimpinan Perusahaan jika digambarkan sebagai organ tubuh manusia yang syarafnya saling berhubungan erat. Maka tidak akan tega melukai anak buahnya dengan nilai Dibawah Standar karena satu organ tubuh dalam dirinya pun akan merasakan sakitnya pula.
Gambaran tersebut dimaksudkan supaya sebagai Pimpinan segera memulihkan kekecewaan anak buahnya yang berlarut-larut merasa dikecewakan dengan nilai dibawah standar setiap tahun kenaikan berkala tanpa ampun sampai pensiun.
Sebagai manusia akan merasa kesakitan apabila disakiti maka janganlah menyakiti orang lain tanpa sebab yang jelas.  Atasan yang sehat jasmani-rohaninya,
otomatis tidak akan melakukan perbuatan untuk melukai perasaan hati bawahannya.
Dengan demikian sebagai kepala di Perusahaan tidak akan tega menilai a Dibawah Standar (DE) kepada Bawahannya, tanpa alasan yang jelas, apalagi secara terus menerus tanpa pembinaan setiap tahun kenaikan berkala.

Sebagai kepala yang taat asas ada rasa tanggungjawab, tentu akan menyaring sudah tepatkah menilai Dibawah Standar adakah sebab kesalahannya.
Itulah makna Kemanusiaan yang wajib diamalkan oleh setiap anggota perusahaan, dimana setiap pegawai wajib melaksanakan tugasnya sebagai warganegara dan pegawai dengan baik, setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD. 1945, Negara, Pemerintah dan Perseroan. 
Kesimpulannya sekali lagi jangan sakiti orang lain, karena dirinya pun akan merasasakan sakit pula apabila disakiti.
Dengan demikian tidak ada alasan untuk tidak peduli kepada bawahan, apalagi membencinya, dalam hal pekerjaan berkaitan dengan kewajiban Atasan dan Bawahan, yaitu Atasan memberi perintah dan Bawahan menerima perintah, supaya tidak terjadi salah paham yang bisa berakibat fatal karena bekerja dilistrik berisiko tinggi.
Seharusnya saling berkomunikasi dengan baik supaya dapat dicapai susana kerja yang kondusif, nyaman demikianlah seharusnya suasana kerja dalam perusahaan.
Maka Prinsip potensi insani menjadi secara nyata diamalkan, seperti yang tertuang pada buku panduan Budaya Perusahaan :
Mengakui hak-hak anggota perusahaan, memberikan perlindungan kerja sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan serta membangun komunikasi dua arah yang akrab antara unsure pimpinan dan anggota perusahaan.

Jika terjadi diskriminasi dalam penilaian disebabkan rasa tidak suka, maka apa yang telah diperbuat oleh Atasan, adalah bukanlah melakukan pembinaan yang baik sebagaimana yang diamanatkan Perusahaan, melainkan perbuatan semena-mena, arogan yang tidak bisa ditolerir, atasan telah berlaku tiran, wajib mempertanggungjawabkannya apapun konsekwensinya, tidak bisa melenggang begitu saja.


Wajib klarifikasi apa penyebabnya agar semua orang mengetahui karena telah berbuat aniaya kepada orang tak bersalah, Bawahan itu tak berdaya tidak mungkin serta merta secara fisik melawan Atasannya, bisanya hanya geram didalam hati.
Fakta yang terjadi sejak awal bekerja ada masalah hingga pensiun berulang kali mengadukan permasahannya melalui jalur internal perusahaan tidak ada yang mempedulikannya, padahal diperusahaan tentu ada staf ahlinya. Bahkan sejak awal dibentuk Serikat Pekerja yang berhak melakukan pembelaan hingga kini juga tidak meliriknya.

PEMIMPIN YANG PEDULI:
Sebagai bawahan yang dilindas dengan nilai dibawah standar kenaikan reguler dalam waktu 7th dan 6th, upaya-upaya mengadukan permasalahannya tidak ada tindak lanjutnya Berulang-kali menyampaikan masalah bahkan meminta pembelaan SP-PLN tidak digubris. 
Di th. 2000 ada secercah harapan, tepatnya tanggal 13 Januari th.2000 Pemerintah menunjuk Kuntoro Mangku Subroto sebagai Direktur Utama PLN, pucuk pimpinan baru PT.PLN yg menggantikan pejabat lama Adisatria dikenal banyak kalangan sebagai figur profesional yang bersih, disegani dan dinilai sukses memimpin beberapa BUMN dimasa lalu. Terakhir dalam menangani  PT. Timah, meski dengan kebijakan PHK besar-besaran terhadap Karyawan kelangsungan hidup PT. Timah berhasil dipertahankan.
Namun langkah yg diambil Kuntoro di PT. Timah tampaknya menimbulkan kecemasan dikalangan Karyawan PT.PLN.

Setelah melihat vcd soaialisasi, pandangan Dirut PT.PLN yang baru, perasaan hati ini bangkit ada rasa gembira disertai harapan bisa dicapainya, kesejahteraan bagi karyawan.
Selama 30th bekerja baru mendengar dan melihat vcd yang diputar diunit, berkali-kali membelalakan mata, dan pasang telinga, rasanya seperti tidak percaya, benarkah ada pemimpin peduli anak buah..?.
Kuntoro Mangku Subroto sebagai yang sangat peduli kepada anak buah yang menyampaikan pandangannya melalui vcd keseluruh Unit2 kerja bahwa:
Anak buah anda adalah orang anda, harus paling berterima kasih, karena dialah yang membuat kita bisa bekerja dengan lebih baik.
Komunikatif sampaikanlah pikiran-pikiran, berikanlah pengetahuan, berikanlah arahan-arahan kepada anak buah anda,
Semua pemimpin harus membuat anak buahnya pandai. Pemimpin yg baik itu, kalau membuat anak buahnya lebih pandai daripada dirinya, jangan takut diganti sama anak buah yg pandai, karena kalau anda menjadi pemimpin yg baik sedemikian, sehingga lebih baik, karena mempunyai anak buah yg pandai, anda akan dipromosikan karena anda adalah pemimpin yg baik.
Jadi jangan bodohi anak buah anda, tidak boleh ada sikap masa bodoh di perusahaan ini.
........Kalau ada mesin yg kotor siapapun bersihkanlah mesin itu, saya tidak ingin melihat kantor2 yg kotor, saya tidak ingin melihat komputer yg berdebu, saya tidak ingin melihat gudang yg kotor, tidak ada tempat yg kotor di perusahaan ini. Karena kotor itu secara fisik adalah suatu hal yg awal sekali dimana kemudian unjungnya nanti adalah pikiran yg kotor, jadi tidak boleh ada yg kotor diperusahaan ini.

Bagi pegawai yang menghendaki perusahaan yang bersih, menjadi sangat kecewa hanya menjabat seumur jagung, karena ini adalah pemimpin yang tepat untuk bisa melakukan perubahan.
Kenapa begitu singkat, yang menjadi pertanyaan apakah ada yang menghedaki tidak berlama-lama sesuai masa baktinya satu periode jabatan, atau memang karyawan benar-benar takut kebijakannya, karena ditantang kemampuannya untuk bersaing menunjukan etika kerja, profesionalisme, peduli, sadar biaya, pragmatik, komunikatif,  apalagi diajak memangkas koruptor-koruptor yang merusak perusahaan ini.

Kami benar2 berniat, siap mendukung dengan semangat bekerja keras ikut membantu membersihkan selokan yang kotor dan berbau. Namun pupus sudah harapan setelah Pimpinan yang dikenal bersih tidak lagi menjambat, permasalahan kami mengenai penilaian dibawah standar (DE) apakah akan hanya sampai disini, kembali lagi tidak ada yang menggubris. Tentu tidak karena ada pemerintah Negara Hukum dibumi Indonesia ini.

Pemerintah negara ini, wajib hadir untuk menindak lanjuti menempatkan hukum sebaga panglima, menegakkan keadilan dan kebenaran, 71th merdeka, masih dijajah oleh bangsa sendiri.
Oleh karena sesuai Pasal 28I ayat (4) Perlindungan, pemajuan, penegakan , dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara, terutama pemerintah.

Minggu, 25 September 2016

Religious Aspects of Hypnosis

Religious Aspects of Hypnosis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pembaca, sebenarnya sudah lama saya ingin sekali menulis artikel ini. Namun karena kesibukan dan fokus saya yang lagi nggak “in” dengan topik ini maka saya menundanya. Keinginan ini muncul lagi saat baru-baru ini saya bertemu dengan seorang kawan yang dengan begitu haqul yakin dan mantap mengatakan bahwa hipnosis adalah ilmu sesat dan dilarang agama.

Nah, apa yang saya tulis di artikel ini merupakan intisari dari edukasi dan diskusi yang saya lakukan dengan kawan saya ini. Setelah mendengar ulasan saya panjang lebar akhirnya kawan saya ini berhasil saya “sesatkan” kembali ke jalan yang benar.

Nah, pembaca, “Apa sih hubungan antara agama dan hipnosis?”

Sebelumnya, saya akan menjelaskan terlebih dahulu definisi hipnosis. Biar kita ada dasar pijakan berpikir yang sama. Ada banyak definisi yang diberikan oleh masing-masing pakar. Namun definisi yang paling banyak digunakan saat ini, yang merupakan definisi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika yaitu “Hypnosis is the bypass of the critical factor of conscious mind and the establishment of the acceptable selective thinking” atau Hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diterimanya pemikiran tertentu.

Definisi di atas sama sekali tidak menyinggung “ilmu” atau “kekuatan” yang ditakutkan oleh k
... baca selengkapnya di Religious Aspects of Hypnosis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 24 September 2016

Andrea Hirata: Menulis untuk Menggerakkan

Andrea Hirata: Menulis untuk Menggerakkan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kehadiran Andrea Hirata Seman, penulis novel debutan Laskar Pelangi (Bentang, 2005) tampaknya cukup memberi warna jagad sastra dan pernovelan di Indonesia. Novel yang bercerita tentang kehidupan sekitar sepuluh anak-anak dalam memperjuangkan sekolahnya itu seolah memberi setitik kesegaran di tengah-tengah dahaganya pembaca terhadap karya-karya bermutu. Banyak orang memuji novel memoar tersebut karena jalinan ceritanya yang memang begitu sekaligus penuh muatan nilai moral. “Menyentuh…” kata Garin Nugroho. “Mengharukan…” kata Korrie layun Rampan. “Menarik…” komentar Sapardi Djoko Damono. “Kemelaratan yang indah…” tulis Tempo. ”Novel tentang dunia anak-anak yang mencuri perhatian…” puji Gatra.

Andrea mengaku heran juga dengan sambutan publik yang begitu antusias atas novelnya yang sudah mengalami cetak ulang ke-3 dalam waktu tujuh bulan tersebut. Untuk ukuran novel “serius”, angka penjualan ini tentu menempatkannya dalam deretan buku best seller. Padahal, mungkin novel itu tidak akan pernah sampai ke tangan pembaca jika tidak ada seorang temannya yang diam
... baca selengkapnya di Andrea Hirata: Menulis untuk Menggerakkan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 20 September 2016

Orang Pintar

Orang Pintar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Orang pintar banyak yang takut salah kalau mau menulis. Dan rasa takut salah itu begitu kuat, sehingga membuat tangannya tidak bisa bergerak untuk menulis. Rasa takut itu memblokade jalur saraf-saraf neuron di otaknya, sehingga membendung pertumbuhan benih-benih gagasan yang cemerlang. Itulah salah satu sebab mengapa di sekeliling kita banyak orang pintar yang tidak punya karya tulis. Ilmu dan pengalamannya bukan alang kepalang. Tapi semua tak banyak manfaatnya bagi orang lain kecuali mereka yang berinteraksi langsung dengan dirinya.

Walau ia sendiri takut salah dan karenanya punya seribu satu alasan untuk tidak menulis, sejumlah orang pintar justru amat pandai menunjuk kesalahan tulisan orang lain. Entah itu kesalahan teori, kesalahan logika, kesalahan asumsi, atau kesalahan ejaan, atau kesalahan lainnya. Orang pintar kemudian membangun kebiasaan untuk merasa makin pintar dengan mencerca dan menyalahkan tulisan orang lain (yang dianggapnya tidak pintar).

Ketika saya belajar menulis, saya pertama-tama berhenti untuk merasa pintar. Saya mulai menulis dan mengijinkan diri saya untuk melakukan beberapa kesalahan. Lalu, perlahan kesalahan-kesalahan yang perlu itu saya perbaiki pelan-pelan sambil tetap membiasakan diri menulis. Hasilnya, sungguh mengagumkan untuk ukuran saya.

Jika sampai hari ini Anda belum
... baca selengkapnya di Orang Pintar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 06 September 2016

LINDUNGI SETIAP ORANG SESUAI PERINTAH UUD'45

UUD 1945. BAB XA
HAK ASASI MANUSIA 

Pasal 28F

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengmbangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yg tersedia.

Maka kami sampaikan informasi dengan menggunakan saluran yang tersedia ini 

Perasaan gembira dan harapan menjadi sirna Pemimpin yang didambakan untuk bisa bersih-besih. dan peduli anak buah.... hanya lewat begitu saja, gebragan-gebragannya untuk melakukan perubahan belum terlihat, jeritan kami belum sampai didengar untuk menguak atasan yang culas.

JANGAN BODOHI ANAK BUAH ANDA.
Pernyataan bapak Kuntoro Mangun Subroto dengan singkatan (KMS) saat awal menjabat Dirut PLN yang hanya seumur jagung menjadi catatan kenangan yang tidak mudah dihapus :
Komunikatif sampaikanlah pikiran-pikiran, berikanlah pengetahuan, berikanlah arahan-arahan kepada anak buah anda, anak buah anda adalah orang anda, harus paling terima kasih, karena dialah yang membuat kita bisa bekerja dengan lebih baik...... 

Pernyataan yang tepat, bawahan adalah yang diperintah, untuk melaksanakan pekerjaan (gangguan maupun pemeliharaan) disistem energi listrik, diburu dengan target waktu, diupayakan jangan sampai terjadi pemadaman terlalu lama dan harus dengan hasil baik.

(KMS):.....semua Pemimpin harus membuat anak buahnya pandai. Pemimpin yg baik itu, kalau membuat anak buahnya lebih pandai daripada dirinya, jangan takut diganti sama anak buah yg pandai, karena kalau anda menjadi pemimpin yg baik sedemikian, sehingga lebih baik, karena mempunyai anak buah yg pandai, anda akan dipromosi karena anda adalah pemimpin yg baik.
Jadi jangan bodohi anak buah anda, tidak boleh ada sikap masa bodoh di perusahaan ini.......

Nah jika Pemimpin bisa membuat anak buahnya pandai, bahkan lebih pandai dari pada dirinya pasti anak buah akan menjadi suka, pekerjaan seberat apapun akan tersa ringan karena disertai rasa suka terhadap pemimpinnya...bukan malahan sebaliknya, fakta yang terjadi justru membodohi dan bersikap masabodoh dengan menilai anak buah dibawah standar dilakukannya setiap tahun kenaikan berkala, tanpa adanya pembinaan. SP. (Serikat Pekerja) sebagai pembela anggotanya tidak ada berfungsi.

MENDAMBAKAN PEMIMPIN KONSEKUEN, KONSISTEN.
Sebagai Pegawai bawahan golongan rendah di sebuah Perusahaan sekaligus rakyat Indonesia klas bawah, senantiasa memohon do’a kepada Tuhan YME, berharap dikabulkan do’anya.
Mendambakan Pemimpin konsisten dan konsekuen, berpegang teguh, wajib setia dan taat sepenuhnya, kepada Pancasila, UUD.1945, Negara, Pemerintah dan Perseroan. 
Sesuai perintah Undang2 yang merupakan dasar arah pembangunan nasional, agar bisa dicapai kesejahteraan rakyat Indonesia yaitu masyarakat adil makmur, aman dan sentosa. 
Sesuai yang tersurat dan tersirat tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdapat dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea keempat yaitu:
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial …”.

UUD 1945 yang merupakan dasar tujuan arah pembangunan Nasional dan cita-cita Bangsa Indonesia, Tidak boleh kalah oleh segelintir manusia serakah, arogansi kekuasaan, diskriminasi, maupun menang sendiri, mengabaikan asas keadilan dan kebenaran, apabila hal itu yang terjadi..... maka UUD’45 hanya sebagai simbol belaka, suatu tanda terbangunnya hukum rimba.... yang kuatlah yang menang, yang lemah digilas 

Mengutip beberapa Pasal UUD'45
Pasal 28D
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlkuan yg adil dan layak dalam hubungan kerja.
(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yg sama dalam pemerintahan
(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.  

Pasal 28F
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengmbangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yg tersedia.

Pasal 28I
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.
(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisiopnal dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara, terutama pemerintah.
(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yg demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

Pasal 28J
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yg adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban dalam suatu masyarakat demokratis. 

Isi UUD'45 wajib diamalkannya. berpijak pada menjunjung tinggi supremasi hukum, yaitu hukum dijadikan panglima, tidak boleh ada pelanggaran HAM yang merupakan hak dasar manusia.

Seharusnya atasan mempunyai jiwa kebersamaan yang berpikiran bahwa tidak mungkin Perusahaan dikelola sendiri tanpa melibatkan bawahan.
Sebagai anak buah dalam pelaksanaan tugas pekerjaan senantiasa berpegang SOP untuk menghindari kesalahan prosedur supaya tidak terjadi kegagalan, kecelakaan dalam pelaksanaan tugas, yang mengakibatkan peralatan rusak, maupun korban petugas meninggal dunia seperti, yang terjadi dimasa lalu, karena bekerja di listrik berisiko tinggi, energi listrik tidak bisa dilihat dengan mata. 

Dalam Perusahaan atasan bawahan adalah saling melengkapi, bak anatomi tubuh manusia atasan adalah kepala, fungsinya sebagai pemikir, perencana untuk dapat menggapai cita-cita menjadikan perusahaan yang sehat, berkelas dunia. 
Dan bawahan adalah kaki tangannya untuk melaksaknakan pekerjaan. 
Namun dirasakan adanya ketimpangan dalam menilai bawahan, adanya ketidak adilan menyangkut jenjang karier.
Dengan seenaknya menyalahi aturan menilai dibawah standar, tanpa alasan yang jelas, telah menyakiti pegawai yang dinilai, jangka waktu kenaikan pangkat/peringkat tidak sesuai petunjuk ketentuan. 
Akibat yang terjadi pegawai tidak pernah naik peringkat, awal mulai ada peringkat dinilai dengan peringkat 26 masa kerja 30th pensiun peringkatnya tetap 26. berarti pegawai tersebut selama bekerja tidak pernah mengalami naik peringkat. 
Sungguh atasan model begini tidak berperikemanusiaan.
Pegawai angkatan th 1973 masa kerja 36 th dipandang dari pengalaman peringkatnya sudah seharusnya ikuti naik secara normal, akan tetapi kalah jauh dengan pegawai angkatan th 1994. 
Upaya jerih payah dengan ikut serta andil dalam kebersamaan membangun Perusahaan ini tidak dihargai. <https://plus.google.com/+TorrySatoriamhmod/posts/KsfGC4L4sqX>

Sungguh bangsaku ini telah menghitungnya dari th 1945 lalu melihatnya Indonesia telah mencapai 75th merdeka, 
Namun ada disebuah BUMN bangsaku ini tidak akan bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi, jika tidak dikuak secara terbuka melalui media/saluran yang tersedia ini, 
Ternyata masih ada penjajahan oleh bangsa sendiri..., Sejak th 1992 jeritan dan keluhannya sudah disampaikan melalui internal perusahaan, bahkan meminta pembelaan SP namun tidak ditanggapi. Dalam hal ini Pemerintah wajib hadir untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena segala bentuk penjajahan dimuka bumi harus dihapuskan.

Di tahun 2000, perasaan hati ini ada rasa gembira dan harapan bisa dicapainya kesejahteraan bagi karyawan bawahan, adanya berita  
Tanggal 13 Januari th.2000 Pemerintah menunjuk bapak Kuntoro Mangun Subroto sebagai Direktur Utama PLN, pucuk pimpinan baru PLN yg menggantikan pejabat lama Adisatria ini dikenal banyak kalangan sebagai figur profesional yang bersih, disegani dan dinilai sukses memimpin beberapa BUMN dimasa lalu. 
Terakhir dalam menangani  PT. Timah, meski dengan kebijakan PHK besar-besaran terhadap Karyawan kelangsungan hidup PT. Timah berhasil dipertahankan.
Namun langkah yg diambil bapak Kuntoro di PT. Timah tampaknya menimbulkan kecemasan dikalangan Karyawan PLN, akankah tindakan PHK dalam jumlah besar juga terjadi di PLN.

Padahal Karyawan PLN sebagai pemain utama dalam penyediaan kebutuhan listrik Nasional hingga kini terus mengalami pertumbuhan, bahkan PLN merupakan Perusahaan yg memiliki potensi untuk berkembang, baik dalam Negeri maupun dipercaturan ekonomi global mendatang.
Hal ini seiring dengan terus bergeraknya pasar tenaga listrik di Indonesia, data menunjukan pertumbuhan penjualan tenaga listrik sebelum krisis rata2 mencapai 12 hingga 15% pertahun, dimasa krisis pertumbuhan tetap berlangsung, tercatat pada th 1999 pertumbuhan penjualan tenaga listrik masih cukup tinggi mencapai 9,3%.

(KMS): PLN ini adalah sebuah Perusahaan listrik yg tingkat pertumbuhannya tinggi sekali, sebelum krisis moneter permintaan listrik itu tumbuh 15% setahun. Kalau dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi yg hanya sekedar 6% maka pertumbuhan hampir 2,5 kalinya, tahun lalu pertumbuhan kita itu 9% untuk Jawa Timur itu 12%, itu artinya apa, permintaan litrik itu meningkat dengan cepat.


Dari hal data dan fakta tsb (KMS) tidak ada alasan untuk ambil tindakan PHK berkaitan dengan adanya pergantian Pimpinan maupun restrukturisasi PLN.

(KMS): Tidak perlu kita khawatir bahwa saya akan memberlakukan PLN sama dengan  PT. Timah banyak yang takut karena melihat bagaimana saya melakukan restrukturisasi di Timah yang mengakibatkan banyak pemutusan hubungan kerja. Timah itu lain dengan PLN, timah itu hidup disebuah sektor yg sedang surut istilahnya sunset industri, tetapi kalau saya mengatakan bahwa di PLN secara teoritis tidak perlu ada PHK maka tidak berarti bahwa kemudian saudara bisa bekerja enak-enakan, malas-malasan tidak, karena saya membutuhkan anda untuk bekerja lebih giat, karena hidup disebuah sektor yg tumbuh itu, artinya bahwa persaingan semakin tajam, kita bersaing, anda bersaing, saya bersaing, Perusahaan kita bersaing dengan Perusahaan lainnya, dengan Paiton misalnya, dengan Pembangkit listrik tenaga panas bumi misalnya, itulah saingan-saingan kita, kita harus lebih efisien dari mereka itu, artinya apa, artinya bahasa anda harus bisa meningkatkan keahlian anda lebih baik, harus bisa bekerja dengan lebih baik, lebih sistematik lebih terencana, lebih efisien, pertumbuhan kita akan lebih meningkat lagi, begitu krisis moneter akan habis insya Allah tahun depan, maka saya yakin industri akan tumbuh dengan cepat, begitu otonomi daerah berjalan, maka pertumbuhan bukan hanya di Jakarta atau Surabaya, tetapi akan tumbuh di Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sulawesi, Bali, artinya apa, saya akan membutuhkan anda secara lebih banyak lagi, karena permintaan akan lebih meningkat, industri pertumbuhan akan tumbuh, pelabuhan akan mulai dibangun lagi, kegiatan-kegiatan angkutan juga akan tumbuh, ini semuanya, artinya bahwa, saya membutuhkan anda bukan anda yg kemarin, tetapi anda yg lebih trampil, anda yang lebih profesional, anda yg lebih beretika didalam membangun perusahaan kita ini.


Seperti perusahaan-perusahaan lainnya saat ini PLN tengah menghadapi banyak persoalan, salah satu masalah yg perlu segera diatasi selain soal inefisiensi dan kontrak listrik swasta, Harus diakui karena belum optimalnya kerja SDM yg ada di PLN.

(KMS): Tentu saja hasil kajiannya Athur Anderson yg ditugaskan pemerintah untuk melakukan evaluasi PLN dan kita bisa melihat bahwa hasilnya tidak mengembirakan, mari kita bersama-sama melihatnya ini, lalu dengan hati legowo dan pikiran yg sehat menerima ini dan kemudian kita melakukan perbaikan-perbaikan, jadi tidak usah kita saling melihat kiri kanan, bener apa tidak betul, mari kita kerjakan bersama-sama.
Kalau kita bekerja hanya sebagai Profesional dan hanya menitik beratkan pada profesionalisme tanpa meletakan etika padanya, maka kita bisa materialistis, kita bisa menjadi binatang ekonomi, kalau profesionalisme tanpa etika.
Tetapi kalau etika saja tanpa profesionalisme kita bisa menjadi tukang khotbah saja, bisa menjadi pertapa saja tetapi tidak berkarya. Kita harus dua-duanya, dan kita semuanya kamu semuanya, rata-rata kita potong koruptor-koruptor yg merusak perusahaan kita ini, karena kita tidak ingin perusahaan ini menjadi susah, lalu akibatnya nafkah kita menjadi tidak menentu, anak-anak kita kembali tidak sekolah. Antara kita harus saling mempercayai, percaya karena kita saling mencintai perusahaan ini, kita tidak menutup-nutupi, kita melakukan pekerjaan yg terbaik, kita tahu dan percaya rekan kitapun akan mengerjakan yang terbaik, untuk perusahaan ini.
Selain itu Peduli, kepada siapa, peduli kepada anak buah kita, peduli pada lingkungan.
Tiga sadar biaya, semua yang kita lakukan ini adalah ongkosnya, laah kalau kita mau bikin untung, maka kita harus menekan biaya pemeriksaan, mesin-mesin disel itu mesti baik tepat pada waktunya, penggunaan listrik, penggunaan lampu, penggunaan kertas, minyak pelumas, semuanya harus kita perhitungkan dengan baik, kita harus hemat.
Pragmatik tiap hari ada persoalan, selalu ada persolan tiap hari, jangan kita mimpi bahwa kapan persoalan tidak ada, persoalan itu akan ada terus, masalahnya persoalan yg besar kita usahakan supaya makin lama makin kecil, jangan kita berfilsafat mengenai persoalan pecahkan persoalan, jangan minta petunjuk, kalau anda tahu ada persoalan pecahkan persoalan itu, baru nanti lapor bagaimana pemecahannya, kalau anda profesionalisme anda bisa memecahkan persoalan dengan baik.
Komunikatif sampaikanlah pikiran-pikiran, berikanlah pengetahuan, berikanlah arahan-arahan kepada anak buah anda, anak buah anda adalah orang anda, harus paling terima kasih, karena dialah yang membuat kita bisa bekerja dengan lebih baik. Tetapi soal anak buah anda, rekan-rekan anda, andapun harus komunikatif, berkomunikasi dengan rekan2 anda, kepada atasan kita harus melapor.
Di perusahaan ini tidak boleh ada yg bodoh, orang bodoh tidak bisa menjual apa2, kita mau menjual listrik, didalam perusahaanpun andapun harus menjual pengetahuan anda kepada perusahaan, jadi tidak boleh ada orang bodoh, semua pemimpin harus membuat anak buahnya pandai. Pemimpin yg baik itu, kalau membuat anak buahnya lebih pandai daripada dirinya, jangan takut diganti sama anak buah yg pandai, karena kalau anda menjadi pemimpin yg baik sedemikian, sehingga lebih baik, karena mempunyai anak buah yg pandai, anda akan dipromosi karena anda adalah pemimpin yg baik.
Jadi jangan bodohi anak buah anda, tidak boleh ada sikap masa bodoh di perusahaan ini.
Kalau ada mesin yg kotor siapapun bersihkanlah mesin itu, saya tidak ingin melihat kantor2 yg kotor, saya tidak ingin melihat komputer yg berdebu, saya tidak ingin melihat gudang yg kotor, tidak ada tempat yg kotor di perusahaan ini. Karena kotor itu secara fisik adalah suatu hal yg awal sekali dimana kemudian unjungnya nanti adalah pikiran yg kotor, jadi tidak boleh ada yg kotor diperusahaan ini.
Jadi kita sudah bertekad untuk membangun perusahaan yg berdaya saing tinggi, karena kita hidup disebuah sektor yg pertumbuhannya tinggi untuk dibutuhkan kerja keras, semangat bekerja lebih giat dan meningkatkan ketrampilan maupun pengetahuan kita, selama tiga bulan saya memimpin PLN ini, maka saya optimis bahwa kita bisa menyelesaikan berbagai macam persoalan itu, tentunya dilandasi dengan etika dan profesionalisme. Saya sudah menjabarkan mengenai etika dan profesionalisme itu, saya kira saudara ada kepuasan, bahwa saya menjabarkan semua lebih terperinci dalam kesempatan ini, pada kesesmpatan-kesempatan lain dimana saya akan menjelaskan pikiran2 saya, nilai2 baru tadi itu, cara kerja kita sedemikian, sehingga menjadi satu kesatuan.
PLN bisa tumbuh dan berkembang sebagai perusahaan yang kita banggakan, dan kita bisa bernaung dengan tenang, dalam perusahaan PLN yg kita cintai ini.
Jadi dalam kesempatan lain kita akan bertemu dan untuk sementara ini kita sudahi disini.
Terima kasih.

Perasaan gembira dan harapan menjadi sirna Pemimpin yang didambakan untuk bisa bersih-besih. dan peduli anak buah.... hanya lewat begitu saja, gebragan-gebragannya untuk melakukan perubahan belum terlihat, jeritan kami belum sampai didengar untuk menguak atasan yang culas.

Yang menjadi pertanyaan kenapa begitu cepat berakhir menjabat sebagai Dirut, siapakah gerangan yang menghedaki? banyakkah anggota perusahaan yang takut di-PHK karena misinya mengarah kehal-hal bersih yang identik dengan kejujuran? sehingga dibiarkan tetap berlalu tidak berupaya mempertahankannya.., fakta membuktikan di eks PLN Sektor Ketenger hingga kini suka yang kotor, kita wajib saling ingat mengingatkan dalam hal kebaikan namun tidak pernah didengar...., banyak anak buah paling bawah hak asasinya diinjak, tidak dihargai jerih payahnya, dinilai dibawah standar hal ini merupakan bukti dari korban pembodohan.."JANGAN BODOHI ANAK BUAH ANDA,! TIDAK BOLEH ADA SIKAP MASA BODOH DI PERUSAHAAN INI..!!"